Kami Melayani Anda dalam Desain / We Serve You in Building Design

Kami Melayani Anda dalam Desain / We Serve You in Building Design

Formulir Pemesanan Desain (Silakan Diisi) / Order Form (Please Fill It)

Contact Form

Name*
Email*
Subject*
Message*
Image Verification
captcha
Please enter the text from the image:
[Refresh Image][What's This?]

Jumat, 22 Agustus 2008

Membangun Rumah yang Hemat Biaya dan Hemat Energi

-->
-->


Gambar denah dan tampak bangunan tempat tinggal berlantai dua yang hemat energi dan ramah lingkungan, pada lahan seluas 10,5 x 15,5 meter persegi.
klik gambar untuk mempebesar 


Lokasi lahan klien : Sragen, Jawa Tengah

Contoh gambar dinding dengan bata telanjang (ekspose)


Dengan semakin meningkatnya pertambahan jumlah penduduk memicu meningkatnya kebutuhan akan lahan bagi pemukiman yang menyebabkan naiknya harga tanah. Di samping itu juga meningkatnya harga energi, baik bahan bakar maupun listrik. Untuk menyiasati membangun rumah di lahan terbatas, namun dengan biaya pembangunan yang hemat serta hemat energi setelah rumah itu dihuni, maka blog ini memulai untuk menyajikan contoh gambar denah bangunan.

Dalam gambar contoh denah dan tampak di atas adalah rumah di atas lahan seluas 10,5 x 15,5 meter persegi. Rencananya akan dihuni oleh satu keluarga berkemampuan ekonomi menengah dengan empat anggota. Dengan sempitnya lahan di tengah perkotaan yang padat dan sibuk, bagaimana menyiasati supaya rumah tetap sejuk dan nyaman dihuni dengan tidak mengeluarkan biaya pembangunan dan energi untuk mempertahankan kenyamanan suhu udara seta pencahayaan. Maka pertama-tama lahan dibagi menjadi tiga lajur yang sejajar sisi panjangnya. Setelah itu penempatan ruang-ruang semi publik (teras, ruang tamu), semi privat (ruang keluarga, ruang belajar) dan privat (ruang tidur) diletakkan di bagian depan. Sedangkan ruang-ruang servis berada di bagian belakang.

Karena keterbatasan lahan, maka ditentukanlah ruang privat yaitu ruang tidur anak dinaikkan ke atas beserta ruang belajar, yang berarti harus dibuat lantai tambahan. Tapi lantai tambahan itu hanya berada di bagian depan rumah saja untuk mengoptimalkan kegunaan ruang dan biaya. Untuk menyiasati rumah supaya sejuk dalam konteks kasus rumah di atas, yang mana letak jalan adalah di sebelah selatan jalan, maka carport sebagai ruang yang berupa lahan yang yang tak dibangun diletakkan di sisi timur bangunan. Hal ini sebagai buffer (penyangga) bagi cukupnya sinar matahari pagi dan pasokan udara (angin), jika lahan tetangga di sebalhnya dibangun rumah bertingkat pula. Maka letak jendela rumah diletakkan menghadap ke timur, disertai lubang ventilasi yang cukup banyak. Selain itu adalah menyediakan lahan tak dibangun di belakang rumah, dalam kasus rumah di atas selebar dua meter. Hal ini untuk menjamin kelancaran aliran udara di dalam rumah dari arah depan ke belakang maupun sebaliknya melalui lubang pintu jendela dan ventilasi. Serta pasokan cahaya alami matahri di siang hari, karena pintu dan jendela bisa diletakkan di dinding belakang. Dengan demikian pada sisi barat bangunan, dinding baru boleh dibangun berhimpit dengan batas lahan.

Untuk menyiasati biaya pembangunan yang hemat, ada hal pokok yang perlu diperhatikan. Yaitu, walaupun dalam membangun rumah dilakukan penganggaran sehemat mungkin, namun anggaran untuk pondasi, kerangka bangunan (balok dan kolom), kerangka atap, serta plat lantai (dak beton, jika bertingkat) TIDAK BOLEH DIKURANGI. Karena inilah yang menjadi andalan kekuatan dan ketahanan bangunan, terutama jika terjadi gempa bumi. Setelah hal prinsip itu dipenuhi, barulah kita bisa menyiasati bagian yang lain.

Pertama dalam merencanakan, minimalkan bagian-bagian rumah yang hanya berupa kosmetik dan tempelan. Dalam membuat ide awal, buatlah garis-garis yang tegas untuk bentuk-bentuk yang seperlunya saja. Pedoman sketsa inilah yang kemudian dikembangkan menuju perancangan yang kemudian menentukan bahan dan waktu pengerjaan. Karena idenya sederhana dan tegas sesuai kebutuhan ruang dan kenyamanan pokok, tidak ada tempat dan waktu lagi bagi kosmetik yang tak perlu dan memboroskan anggaran.

Kedua, pilihlah bahan yang dapat tampil indah apa adanya, serta pengerjaannya tidak sulit. Jika pegerjaan terlalu sulit, maka akan memperlama waktu pengerjaan yang berarti menambah ongkos tenaga kerja. Pilihlah batu bata lokal dari sekitar calon tempat tinggal yang bermutu layak. Batu bata yang baik akan tampil dengan warna alami yang menawan dan tahan lama. Batu bata ekspos itu hanya perlu diberi semir bata yang relatif murah supaya mengkilap. Jadi dinding tidak perlu diplester dan diaci, yang berarti tak butuh pengecatan. Nah, silakan hitung berapa ongkos bahan dan tenaga kerja yang dapat dipangkas dengan meniadakan pekerjaan memplester, mengaci, dan mengecat ! Bagian dinding yang diplester, diaci dan dicat hanyalah kolom dan balok, supaya kelihatan rapi.

Ketiga, tidak usah memakai langit-langit atau plafon yang menggantung. Kemiringan ataplah langit-langit sesungguhnya. Supaya atap kelihatan rapi, pasanglah papan gipsum, calsiboard, atau anyaman bambu yang eksotis di antara usuk (kaso) dengan reng. Untuk meperindah plafon, kayu usuk(kaso) divernis atau diplitur supaya meanmpilkan keindahan guratannya. dengan demikian langit-langit akan kelihatan tinggi, ruangan menjadi lapang, dan biaya dapat dihemat, karena tidak memerlukan konstruksi plafon yang boros kayu. Untuk plafon yang berada di plat lantai (dak), cukup memberi kerangka horinsontal berhimpit dengan dak, berupa kayu seukuran kaso, kemudian pasanglah bahan plafon sesuai selera Anda. Pastikan tidak ada celah sekecil apa pun, yang menarik tikus bersarang. Dan catlah dengan warna-warna terang, supaya menghemat energi listrik untuk lampu.

Keempat, untuk tangga ke lantai dua, jika lalu lintas dalam rumah tidak terlalu ramai karena hanya dihuni empat orang saja, beranilah kita memakai bahan dari kayu kualitas sedang dengan harga terjangkau. Kayu pohon kelapa yang berusia minimal 30 tahun beranilah kita pakai. Dengan memberi vernis atau plitur, tangga dari bahan kayu akan tampil eksotis. Namun harus diingat yaitu pengolahan kayu sebelum dipakai dengan memberikan obat anti serangga dan bubuk kayu, supaya tahan lama.

Last but not least, jangan tutup halaman rumah Anda atau bagian lahan yang tak dibangun dengan plesteran. Jika ditutup plester selain akan boros, juga akan meningkatkan suhu udara sekitar rumah, mengganggu peresapan air hujan ke tanah, dan tidak ramah lingkungan. dari paa diplester, sebaiknya memakai conblok yang berlubang untuk tumbuhnya rumput dan peresapan air hujan (grassblock). Pasanglah secukupnya, seperti sekitar teras dan carport pada posisi lintasan roda mobil. Biarkan tanah yang kosong tetap alamiah. Dan jangan lupa tanamlah pohon dan buatlah taman dengan kreasi dan pilihan tanaman sendiri, selain sedap dipandang, juga turut menyejukkan suhu udara dalam rumah. 

Anda dapat menghubungi kami untuk konsultasi desain dan pelaksanaan pembangunan rumah tinggal, kantor, tempat usaha, ruko, gudang, workshop, fasilitas umum dan komersial. Kami akan membantu membuat desain Anda sesuai kebutuhan Anda. Kami dapat sekaligus melayani jasa perencanaan dan pelaksanaan bangunan Anda.
Kami bertempat di Jakarta Barat.

Hubungi kami:

Sdr. Basuki ( hp/sms/WA : 0812-8048-0064 ), atau email : basuki_design@yahoo.com

Atau Anda dapat mengisi formulir pemesanan di bagian atas halaman situs blog ini.

Sertakan no. hp / telpon yang dapat dihubungi untuk mempermudah komunikasi & konsultasi. Kami akan segera merespon dan melayani permintaan atau pesanan Anda.


Designed by SB Basuki
"Desain untuk kemajuan bangsa."
--> -->
Perhatian : Gambar-gambar ide desain bangunan yang disajikan ini BUKAN GAMBAR KERJA yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan. Jika anda tertarik atau terinspirasi dengan ide yang disajikan ini, silakan menghubungi kami, untuk mendapatkan gambar kerja, gambar 3 dimensi & perhitungan anggaran biaya. Kami membantu untuk mewujudkan bangunan Anda tidak saja bagus/indah, tapi juga berkualitas dalam tata ruang, kekuatan bangunan, keamanan dan kenyamanan saat dihuni, serta sesuai dengan anggaran yang tersedia.

 

 


Jangan takut berkreasi. Mari kita mandiri dalam membuat kreasi apapun yang positif bagi kemajuan bangsa.

-->

Klik ini untuk melihat artikel Desain Bangunan Rumah untuk Menyiasati agar Nyaman, Hemat Energi, dan Hemat Biaya



-->

-->






Barang siapa tidak membuat kemajuan, sesungguhnya dia mengalami pensiun dini dan mundur dari kehidupannya sendiri.


Terima kasih sudah mengunjungi halaman ini. Silakan membuka posting artikel lain di blog ini (silakan klik posting lama, halaman muka atau posting baru di bawah tulisan ini) untuk menjelajahi wilayah lain Nusantara, menyelami pemikiran dan mengenali permasalahan, supaya kita menjadi bagian dari solusi bagi bangsa ini.

Selasa, 19 Agustus 2008

Jelajah Solo : Kawasan Kraton Surakarta / Discovering Solo : Surakarta Palace Area

gambar foto satelit kawasan Kraton Surakarta / aerial view picture of Surakarta Palace area
klik gambar untuk memperbesar / click picture to enlarge

1. Benteng Vastenburg / Vastenburg Fortress; 2. Perempatan Gladag / Gladag intersection; 3. Pusat perbelanjaan Beteng / Beteng shopping center; 4. Alun-alun Lor (Utara) / North Palace square; 5. Masjid Agung Kraton Surakarta / Surakarta's Royal Mosque; 6. Pasar Batik Klewer / Traditional batik and textile market of Klewer; 7. Pagelaran Kraton Surakarta / Royal Palace hall ; 8. Kompleks Kraton Surakarta Hadiningrat / Surakarta Royal Palace complex; 9. Alun-alun Kidul (Selatan) / South Palace square; 10. Gapura Gading / Ivory Southern Gate of Palace.

A. Jalan Jenderal Sudirman;
B. Jalan Slamet Riyadi;
C. Jalan Coyudan;
D. Jalan Kratonan / Yos Sudarso;
E. Jalan Gading;
F. Jalan Kapten Mulyadi / Pasar Kliwon



Kraton Surakarta didirikan pada 1745, sebagai penerus Kerajaan Mataram Baru (Islam) yang merupakan lanjutan dari kerajaan Jawa di masa lalu (antara lain Kalingga, Mataram Kuno (Hindu - Budha), Kediri, Singosari, Majapahit, dan Demak). Surakarta menjadi ibu kota Kerajaan Mataram (Islam), setelah sebelumnya ibukota Kartosuro porak poranda akibat pemberontakan etnis Tionghoa pada 1743. Setelah Surakarta berdiri, karena berbagai intrik politik kekuasaan, Yogyakarta memisahkan diri pada tahun 1755. Pada tahun itu pula, nama Kerajaan Surakarta Hadiningrat secara resmi dipakai menggantikan Kerajaan Mataram, sekaligus sebagai pembeda dengan Yogyakarta yang sama-sama sebagai pewaris dan penerus Mataram. Hal ini dilakukan sesuai perjanjian Gianti yang merupakan taktik pemerintah kolonial Belanda untuk semakin mempersempit dan memecah belah kekuasaan dan pengaruh Kerajaan Jawa-Mataram.

Sebagai pewaris kerajaan di masa lalu, pembangunan Kraton Surakarta pun dibuat dengan memakai sumbu utara selatan yang memisahkan bagian timur dan barat sebagaimana halnya nenek moyang dahulu. Sumbu itu adalah manifestasi dua bagian kehidupan yang bertolak belakang sifat namun saling melengkapi dan terkait erat, antara lain pria – wanita, dunia atas – dunia bawah, jagad gede (besar) – jagad cilik (kecil), dan fisik – spiritual.

Susunan kompleks Kraton Surakarta adalah Alun-alun Utara, sebagai "pintu depan" Kraton. di alun-alun ini terletak beberapa bangunan yang berfungsi penting yaitu Masjid Agung Kraton, Pasar Klewer, dan Pagelaran (aula) dan Siti Hinggil (tanah yang dibuat lebih tinggi sebagai tempat raja bersinggasana) Utara Kraton. Di alun-alun yang di tengahnya terdapat dua pohon beringin inilah selain sebagai ruang terbuka publik, juga sering diadakan upacara-upacara kenegaraan dan adat oleh para bangsawan.

Kemudian masuk ke kompleks Keraton kita disambut dengan bangunan Kemandungan dan Sri Manganti sebagai semacam "ruang tamu" kraton. kemudian barulah terdapat kompleks bangunan inti Kraton yang disebut Kedhaton, di mana berbagai aktivitas pemerintahan, adat dan budaya dilakukan. di sebelah selatan Kedhaton terdapat bangunan Kemandungan, Sri Manganti, dan Siti Hinggil selatan dan di akhiri dengan alun-alun selatan. Bangunan dan ruang terbuka di bagian selatan Kraton ini berfungsi sebagai semacam "pintu belakang" Kraton, di mana kegiatan di sini lebih bersifat egaliter, kerakyatan dan demokratis, daripada bagian utara yang formal dan hirarkis. Di alun-alun selatan selain untuk ruang publik juga sebagai tempat satwa peliharaan kraton yang unik yaitu sekawanan kerbau putih (albino) yang semuanya bernama Kyai Slamet.

Yang perlu menjadi perhatian adalah penataan lingkungan penghijauan dan kebersihan lingkungan yang masih kurang terjaga, terutama di bagian selatan.Diperlukan inisiatif dan kekompakan warga dan pemerintah utnuk menjaga warisan budaya yang luhur ini, sebagai bagian dari warisan dunia. Apa lagi Solo menjadi anggota perkumpulan Kota Warisan Dunia, dan Oktober nanti menjadi tuan rumah konferensinya.


gambar foto kawasan Kraton Surakarta / sightseeing pictures of Surakarta Palace area
klik gambar untuk memperbesar / click picture to enlarge


1. Patung Slamet Riyadi di perempatan Gladag; 2. Pintu penghubung kompleks Kraton ke alun-alun kidul; 3. Suasana jalan masuk alun-alun lor dari utara (dari arah Gladag); 4. Suasana alun-alun lor; 5. Suasana jalan di timur alun-alun lor; 6. Suasana di ruang publik depan Pagelaran Kraton; 7 dan 8. Gapura Kraton di Pasar klewer; 9 dan 10. Suasana perkampungan di kompleks Kraton.









Teori mendasari, prakteklah yang menentukan.



Terima kasih sudah mengunjungi halaman ini. Silakan membuka posting artikel lain di blog ini (silakan klik posting lama, halaman muka atau posting baru di bawah tulisan ini) untuk menjelajahi wilayah lain Nusantara, menyelami pemikiran dan mengenali permasalahan, supaya kita menjadi bagian dari solusi bagi bangsa ini.

Jelajah Yogyakarta : Menelusuri Jalan Mangkubumi dan Malioboro



Peta Kota Yogyakarta (Yogyakarta city map)
klik gambar untuk memperbesar / click picture to enlarge



Foto satelit Jalan Mangkubumi dan Malioboro, Yogyakarta /Aerial view picture of Mangkubumi and Malioboro street, Yogyakarta from satellite)
klik gambar untuk memperbesar / click picture to enlarge

1. Perempatan Tugu; 2. Stasiun KA Tugu; 3. Jembatan Viaduk Kewek / Kali Code; 4. Hotel Garuda; 5. DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta; 6. Pusat perbelanjaan; 7. Kepatihan / Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta; 8. Pasar Gedhe Beringharjo; 9. Istana Negara Gedung Agung; 10. Benteng Vredeburg; 11. Taman Budaya; 12. Kios buku dan taman bermain anak; 13. Bank BNI; 14. Kantor Pos besar Yogyakarta; 15. Bank Indonesia wilayah Yogyakarta.

A. Jalan Pangeran Diponegoro (Kranggan); B. Jalan Jenderal Sudirman (Gondolayu); C. Jalan AM Sangaji (Jetis); D. Jalan Pangeran Mangkubumi; E. Jalan Malioboro; F. Jalan Perwakilan; G. Jalan Mataram; H. Jalan Abu Bakar Ali (ke Kota Baru); I. Jalan Pasar Kembang; J. Jalan Sosrowijayan; K. Jalan Suryatmajan; L. Jalan A. Dahlan (Kauman); M. Jalan Panembahan Senopati.



Jalan Malioboro dan Mangkubumi adalah salah satu bagian dari sumbu imajinatif, sebagai pedoman membangun kota Yogyakarta di awal pendiriannya pada tahun 1755. Sumbu imajinatif ini menghubungkan Kraton Yogyakarta Hadiningrat dengan Gunung Merapi di utara dan Laut Selatan. Jalan Malioboro dan Mangkubumi ini menjadi sumbu yang mengorientasikan Kraton ke arah utara (Gunung Merapi) walaupun tidak persis lurus dengan puncaknya. Tata ruang kota yang memakai sumbu sebagai pedoman pembangunannya telah dipakai juga untuk tata ruang kerajaan-kerajaan Jawa di masa lalu, seperti Mataram Hindu, Majapahit, Demak, dan akhirnya Solo dan Yogyakarta sebagai pewaris kerajaan Mataram Baru (Islam) sekaligus pusat kebudayaan Jawa.

Jalan Malioboro terletak di sebelah utara alun-alun utara Kraton, dimulai dari perempatan Kantor Pos Besar lurus ke arah utara sepanjang sekitar 1,3 km sampai rel kereta api. Kemudian disambung dengan Jalan Mangkubumi yang juga lurus ke utara sampai dengan Tugu Pal Putih sepanjang sekitar 800 meter. Kedua ruas jalan ini dibangun dengan menyediakan jalur cepat bagi kendaraan bermotor di tengah, jalur lambat bagi kendaraan tidak bermotor di sisi barat dan jalur pejalan kaki di sisi timur, dengan lebar keseluruhan sekitar 25 meter. Dengan komposisi ini menjadikan ruang jalan ini berkesan dan berskala monumental.

Banyak fasilitas penting yang diwadahi di kedua jalan ini. Di Jalan Mangkubumi terutama diperuntukan bagi perkantoran, akomodasi (hotel dan penginapan),pertokoan, restoran dan usaha jasa, serta terdapat Stasiun KA Tugu, sebagai stasiun KA utama di Yogyakarta. Sedangkan Jalan Malioboro diperuntukkan bagi perdagangan komersial, pasar tradisonal Beringharjo, fasilitas akomodasi, situs sejarah seperti Benteng Vredeburg dan Istana Negara Gedung Agung, serta kantor pemerintahan seperti Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dan DPRD Provinsi. Karena peruntukannya itulah, maka Jalan Malioboro menjadi lebih ramai daripada Jalan Mangkubumi. Juga terutama karena Malioboro menjadi salah satu tempat tujuan wisata utama di Yogyakarta.

Yang menjadi menarik di kedua ras jalan itu adalah tersedianya jalur pejalan kaki yang dibuat dengan mengambil sebagian lahan lantai bawah pertokoan yang disebut arcade, sehingga jalur pejalan kaki (pedestrian) ini terlindungi dari terik matahari dan hujan. Terutama sekali terliat dan terasa di jalan Malioboro. Dengan fasilitas jalur pejalan kaki yang nyaman inilah, pedagang kaki lima yang menjual berbagai hasil kerajinan rakyat Yogya dan sekitarnya mendapatkan tempatnya. Dan Malioboro menjadi tempat tujuan wisata, terutama disebabkan oleh kehadiran deretan pedagang kaki lima sepanjang lebih dari satu kilometer yang menjual barang kerajinan yang unik dan khas tersebut.

Yang menjadi masalah dan perhatian adalah kemacetan lalu lintas dan kurangnya lahan parkir saat ramai, apa lagi di puncak musim liburan. Jalur pejalan kaki di sisi timur jalan menjadi lahan parker kendaraan roda dua yang seprtinya dipaksakan dan dibarkan walaupun melanggar aturan. Hal ini tentunya mengurangi kenyamanan berjalan di situ. Padahal ada rencana untuk membuat Malioboro menjadi jalan yang mengutamakan pejalan kaki, namun implementasinya belum terlihat. Juga kurangnya vegetasi atau tanaman penghias dan peneduh sekaligus penyaring polusi udara. Seperti jalan-jalan lain di Indonesia, jalan Malioboro dan Mangkubumi pun kian hari kian gersang, karena pohon ditebangi namun tidak ditanami kembali. Dengan penataan dan penerapan aturan ang tegas, niscaya akan membuat Jalan Malioboro dan Mangkubumi tetap nyaman untuk dikunjungi anak cucu kita kelak.


Gambar foto suasana Perempatan Tugu dan Jalan Mangkubumi, Yogyakarta / sightseeing pictures of Mangkubumi street, Yogyakarta)
klik gambar untuk memperbesar / click picture to enlarge


Gambar foto Jalan Malioboro, Yogyakarta / sightseeing pictures Malioboro street, Yogyakarta
klik gambar untuk memperbesar / click picture to enlarge






Apa yang kamu ketahui tidaklah sepenting dengan apa yang kamu lakukan. Namun pastikan, bahwa apa yang kamu lakukan didasari oleh apa yang telah kamu ketahui.

Terima kasih sudah mengunjungi halaman ini. Silakan membuka posting artikel lain di blog ini (silakan klik posting lama, halaman muka atau posting baru di bawah tulisan ini) untuk menjelajahi wilayah lain Nusantara, menyelami pemikiran dan mengenali permasalahan, supaya kita menjadi bagian dari solusi bagi bangsa ini.

Senin, 18 Agustus 2008

Terima Kasih Atletku!

Halo Saudara! Selamat datang di blog Mannusantara!


Terima kasih atlet-atletku yang berlaga di Olimpiade Beijing 2008, kalian telah memberikan prestasi terbaik dengan mempersembahkan satu emas, satu perak dan tiga perunggu.


Eko Yuli Irawan meraih medali perunggu cabang Angkat Besi nomor 56 kg.


Triyatno meraih medali perunggu cabang Angkat Besi nomor 62 kg


Maria Kristin Yulianti meraih medali perunggu cabang Bulu Tangkis tunggal putri.


Liliana Natsir dan Nova Widianto meraih medaliu perak Bulu Tangkis ganda campuran.


Akhirnya medali emas diraih ganda putra Markis Kido dan Hendra Setiawan pada malam kemerdekaan Republik Indonesia ke-63.


Bagi olahragawan muda persiapkan diri untuk Olimpiade 2012 di London, Inggris.


logo Olimpiade 2012, London
www.london2012.com


Sumber : Antara, Kompas, Wikipedia.




Orang yang bercita-cita besar dan mulia seyogyanya tetap tekun supaya jangan sampai digagalkan oleh orang yang bercita-cita picik dan pendek.


Terima kasih sudah mengunjungi halaman ini. Silakan membuka posting artikel lain di blog ini (silakan klik posting lama, halaman muka atau posting baru di bawah tulisan ini) untuk menjelajahi wilayah lain Nusantara, menyelami pemikiran dan mengenali permasalahan, supaya kita menjadi bagian dari solusi bagi bangsa ini.

Jumat, 15 Agustus 2008

Relaunching Penerapan Sistem Ekonomi Kerakyatan Berdasar Pancasila: Suatu Harapan

Halo Saudara! Selamat datang di blog Mannusantara!



Pola pikir yang melatarbelakangi strategi pembangunan Indonesia ternyata didasarkan dan disandarkan pada pola pikir luar Indonesia. Seperti halnya sistem ekonomi liberal yang secara de facto kita anut, secara sengaja atau tidak sengaja, karena ada tekanan dari luar ataupun tidak. Pola pikir luar ini tentu saja tidak berpijak dan tidak berpihak pada kondisi nyata di Indonesia. Tidak berpijak pada kebudayaannya dan tidak berpihak pada rakyat keseluruhan tertama yang lemah, miskin dan tersingkir.

Rakyat tidak peduli kalau ada permainan kubu-kubuan ataupun gap-gapan di pemerintahan. Yang dipikirkannya adalah bagaimana makanan dan bahan pokok mudah didapat dan terjangkau, akses pekerjaan lancar, sistem kesejahteraan kerja yang adil, pendidikan yang murah dan berkualitas, layanan kesehatan yang terjangkau dan cepat tanggap.

Kembali ke sistem ekonomi Pancasila adalah suatu keharusan. Tidak usah pakai alergi, jijik atau emosi perasaan yang dangkal, tak berdasar dan tidak perlu, atau dianggap kuno. Pelajari dulu. Toh ekonomi Pancasila tidak melarang investasi luar.

Sistem ekonomi yang lahir dari diri sendiri akan memperkuat, memperadil dan memperata pembangunan dan hasil-hasilnya. Sistem ekonomi Pancasila telah dibengkokkan oleh Orde Baru, dan rejim ini telah berselingkuh ndengan sistem dan kekuatan luar, kemudian meninggalkan keluarga besarnya, apalagi kalau bukan untuk kepentingan diri sendiri dan kelompoknya dengan mengeruk kekayaan alam atas nama pembangunan.

Kita sangat mengasihani rakyat kecil yang berusaha bekerja hanya untuk bertahan hidup. Namun rasa kasihan itu tinggallah sebatas rasa dan kata-kata, tidak ditindaklanjuti. Kita harus memfasilitasi supaya mereka makin banyak pilihan dalam pekerjaan, yaitu melalui pendidikan, kemampuan dan keterampilan. Mereka serba terbatas, sehingga kurang mampu merencanakan cara pemenuhan kebutuhan, cara dan atau bentuk kehidupannya. Adalah sebuah dosa besar jika golongan rakyat yang lebih mampu, lebih pintar dan punya wewenang mengatur membiarkan warga sebangsa-setanahairnya hidup dalam kungkungan keterbatasan, ketidakterjangkauan dan kemiskinan abadi. Inilah harus diusahakan dari, oleh dan untuk skala mikro.

Kebodohan bangsa kita terbesar adalah : telah menjadi bangsa merdeka, namun merasa diri seperti belum merdeka, mentalnya masih belum merdeka. Dan ini menjadi penyakit yang menular dalam satu generasi dan menular ke hgenerasi di bawahnya. Terlihat dari sifat dan sikapnya untuk membiarkan diri (?atau secara sadar memilih?) untuk menjadi pembebek / pengekor. Misalnya menjadi pengekor sistem kapitalisme bebas secara liar dan membuta. Padahal yang namanya pengekor, tidak akan bisa mencapai lebih dari pada si pelopor. Karena cuma memakai fotokopian, maka kita tidak tahu cara membuatnya, tidak tahu filosofi dan dasar / alasan yang melandasi suatu sistem diciptakan dan diterapkan.

Tahunya, di negara lain yang pakai sistem itu hidupnya enak. Ya karena mereka sangat tahu dan sadar seluk beluk dan aturan mainnya. Pola pikir dan tindakan manusia-manusianya juga dibentuk untuk menyesuaikan diri dengan sistem itu. Sedangkan kita? hanya jadi bulan-bulanan mereka. Kalau negara pelopor sistem itu menyadari ada kekeliruan dalam sistem itu, segera mereka menggantinya dan mengubah menjadi sistem lain yang lebih baik, hasil cipataanya sendiri, hasil belajar dari pengalamannya di masa lalu. Kita ? Akan tergagap-gagap, karena ketinggalan kereta. Bahkan bukan keretanya yang sudah ganti lebih canggih, tapi jalan relnya pun juga sudah diganti oleh negeri pencipta itu. Kita masih berasyik masyuk menerapkan sistem yang nyata-nyata terbukti salah, bahkan diakui oleh si negara pembuatnya. Tanpa pijakan yang kuat, maka jalan kita akan mudah ambrol !! Terjebak oleh landasan pikir kita yang kacau di awal.

Maka kita belajar repotnya dan sengsaranya jadi tukang pengekor dan tukang fotokopi. Kita seharusnya belajar jadi tukang pembuat, pencipta, pelopor!!

Namun anehnya ketika para cendikiawan luar negeri, khususnya barat, menjelaskan tentang keburukan sistem kapitalis global - seperti de Soto atau Muhamad Yunus, kita semua berbondong-bondong datang – termasuk para menteri dan Presiden sekali pun - dan memperhatikan, dan mayoritas mendukung pernyataannya. Padahal pernyataannya itu senada dengan apa yang diungkapkan para cendikiawan ekonomi kita tentang ekonomi kerakyatan dan koperasi, yang bahkan kita tepis dan kita remehkan. Memang bangsa kita mengalami inferioritas akut, harus didatangkan para dewa cendikiawan asing untuk mengajari apa yang sebenarnya sudah kita pikirkan, kita pelajari, kita teliti, bahkan yang telah kita terapkan dan kuasai dengan usaha kita sendiri selama berthaun-tahun!!

Itulah pelajaran pentingnya percaya akan kemampuan diri sendiri. Kita membuat sistem sendiri yang memang beda dari orang lain. Namun kita mantap dan dengan yakin menjalani. Membangun pondasi yang kuat yang melandasi jalan sistem menuju cita-cita. Karena sistem adalah sarana menuju tujuan, namun setiap tujuan tiap negara beda-beda, maka sistemnya pun beda, dong. Memang yang namanya buat sendiri itu paling sulit dari pada sekedar bisa beli atau fotokopi alias menjiplak. Penuh pengorbanan, kesalahan, tanggung jawab, jatuh bangun, belajar, pengalaman pahit. Tapi jika kita berhasil dengan penuh keyakinan dan ksatria, maka kita akan dijadikan contoh dan menjadi berpengaruh atas bangsa lain di dunia.

Dengan memiliki pondasi, kekuatan, skema dan perencanaan perekonomian yang kuat dan mantap, dilandasi mental dan nurani manusia Indonesia yang penuh kasih sayang, niscaya, tak ada lagi berita busung lapar, anak putus sekolah, wabah penyakit, sekolah ambruk, pasien miskin ditelantarkan di rumah sakit, gaji guru dan tentara yang tak cukup untuk makan sehari-hari, dan berbagai bentuk pelecehan terhadap kemanusiaan di negara tercinta ini.





Kurang semangat mengakibatkan lebih banyak kegagalan berbanding kurangnya kebijaksanaan atau kemahiran.
~ Flower A. Newhouse


Terima kasih sudah mengunjungi halaman ini. Silakan membuka posting artikel lain di blog ini (silakan klik posting lama, halaman muka atau posting baru di bawah tulisan ini) untuk menjelajahi wilayah lain Nusantara, menyelami pemikiran dan mengenali permasalahan, supaya kita menjadi bagian dari solusi bagi bangsa ini.

Kontes Blogging HUT RI ke-63 by Rystiono

Kredo Mannusantara

Halo Saudara! Selamat datang di blog Mannusantara!


Ketika kubentangkan peta negeriku, aku kagum betapa luas negeriku.
Namun, ketika kulihat dan kudengar berita yang mewartakan penderitaan rakyat negeriku, aku bertanya : ada apa dengan tanah airku?
Dari ujung barat sampai ujung timur tak terhitung pulau-pulau dan perairan, namun tak terhitung pula bencana dan pertikaian antara anak bangsa.
Akankah kita, bangsa manusia yang hidup di atas tanah air yang sudah tertata dengan sistem yang canggih dan abadi ciptaan Tuhan dengan gratis ini, hidup dengan pikiran picik, sempit, egois dan kuno? Tak tahu cara berterima kasih dan bersyukur pula.
Ketika aku melihat foto-foto keindahan alam negeriku, aku berkhayal, "Kapan aku bisa berkelana menyusuri laut, pulau dan gunung-gunungnya, ya?"
Tapi ketika dihadapkan kenyataan bahwa rakyat di negeriku yang kaya dan indah ini masih banyak yang bodoh, miskin dan terpinggirkan, aku jadi sulit tidur memikirkan ternyata ada yang lebih mendesak dan mendasar dibandingkan hanya sekedar kagum dan keinginan berkelana. Pun dengan gelisah aku bertanya, "Apa dan bagaimana caraku berdaya upaya untuk bangsaku?"




Bila kau ingin mendapatkan kebahagiaan dalam satu jam, tidurlah. Bila kau ingin mendapatkan kebahagiaan dalam sehari, pergilah memancing. Bila kau ingin mendapatkan kebahagiaan dalam setahun, mintalah keberuntungan. Bila kau ingin mendapatkan kebahagiaan seumur hidupmu, maka tolonglah orang lain.

Terima kasih sudah mengunjungi halaman ini. Silakan membuka posting artikel lain di blog ini (silakan klik posting lama, halaman muka atau posting baru di bawah tulisan ini) untuk menjelajahi wilayah lain Nusantara, menyelami pemikiran dan mengenali permasalahan, supaya kita menjadi bagian dari solusi bagi bangsa ini.
Kontes Blogging HUT RI ke-63 by Rystiono

Sabtu, 02 Agustus 2008

Menuju Pariwisata Hijau : Menilik Kawasan Badung Selatan, Bali

Halo Saudara! Selamat datang di blog Mannusantara!


Gambar foto satelit kawasan Bali Selatan, yang meliputi wilayah Nusa Dua, Kuta, Badung, Denpasar, Tabanan dan Sukawati - Gianyar.
(klik gambar untuk memperbesar / click picture to enlarge)

Menuju Pariwisata Hijau :
Menilik Kawasan Badung Selatan, Bali



Kawasan Kabupaten Badung bagian selatan adalah pusat pariwisata bagi Bali bahkan bagi Indonesia secara umum. Dengan keindahan panorama alam, khsusunya pantai-pantai dan perbukitan karangnya yang indah, menjadikan kawasan ini sebagai magnet bagi wisatawan, baik dalam negeri maupun mancanegara.
Kawasan Badung Selatan ini meliputi kecamatan Kuta Utara, Tengah dan Selatan. Kantong-kantong obyek dan kegiatan kepariwisataan tersebar sekaligus saling terhubung di wilayah ini. Sebut saja kawasan pantai Seminyak, Legian, Kuta, Tuban, Jimbaran, Nusa Dua, Benoa dan Uluwatu.
Namun sebagai pusat pariwisata, kawasan ini pun tak luput dari masalah lingkungan. Pada Januari dan Februari lalu kawasan Kuta terlanda banjir akibat curah hujan tinggi yang tak mampu ditampung oleh saluran drainase yang ada. Maka, jalan-jalan dan pantai Kuta menjadi penuh sampah setelah banjir surut. Ini tentu akan membawa preseden buruk bagi para wisatawan, serta bagi promosi pariwisata Bali selanjutnya.
Dalam gambar foto udara kawasan Badung selatan, tampak kawasan ini menjadi kawasan yang padat dengan bangunan, terutama di kawasan “leher” yang menghubungkan daratan Bali dengan semenanjung Nusa Dua. Padahal di kawasan “leher” inilah, berbagai fasilitas pariwisata termasuk hotel-hotel mewah dan bandara Ngurah Rai terletak.
Kawasan pantai barat “leher” berbatasan langsung dengan laut lepas, sehingga kawasan ini sama sekali tak terlindung dari ganasnya ombak lautan dan abrasi pantai. Sedangkan di pantai timur “leher” terdapat hutan bakau sebagai pelindung daratan dari abrasi. Namun demikian kawasan hutan sebelah timur leher ini tak luput dari alih fungsi lahan menjadi fasilitas komersial dan penunjang kepariwisataan secara sembrono. Padatnya bangunan yang tidak disertai dengan ketercukupan lahan hijau dan saluran drainase, menjadikan kawasan Kuta dan sekitarnya menjadi rawan banjir.
Dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat dunia terhadap kelestarian lingkungan dan pemanasan global, maka sangat tepat jika sudah saatnya mengarahkan cara pengelolaan kepariwisataan Indonesia dan dunia menuju pariwisata hijau. Ini adalah sebuah sikap yang menjadikan kegiatan kepariwisataan bukan sekedar kegiatan bersantai, buang duit dan hedonisme, namun juga mengarahkan pariwisata sebagai kegiatan pelestarian alam dan budaya, pendidikan lingkungan, serta penghormatan terhadap alam dan masyarakat setempat. Hal ini akan mengurangi dampak buruk kepariwisataan yang menjadi sisi gelap dunia kepariwisataan.
Sikap pariwisata hijau ini tak menjadikan para wisatawan menjadi sekedar konsumen, yang menjadi tamu yang asing sama sekali, bahkan cenderung mengeksploitasi alam dan masyarakat setempat menjadi sekedar obyek yang bisa diperlakukan sesuka hati, tapi menjadi sesama warga dunia yang ikut serta bertanggung jawab menjaga kelestarian alam dan kekayaan budaya.
Bukan rahasia lagi kalau proses pengadaan lahan bagi fasilitas pariwisata menghalalkan segala cara dengan cara memperdayai masyarakat setempat yang terbatas pengetahuannya. Inilah salah satu contoh yang merupakan sisi gelap kepariwisataan. Menjadi tanggung jawab pemerintah, tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk melindungi warga dan wilayah serta alamnya dari eksploitasi pariwisata yang cenderung serakah dan kebablasan.



Waktuku adalah untuk memperindah waktumu. (Mario Teguh)






Terima kasih sudah mengunjungi halaman ini. Silakan membuka posting artikel lain di blog ini (silakan klik posting lama, halaman muka atau posting baru di bawah tulisan ini) untuk menjelajahi wilayah lain Nusantara, menyelami pemikiran dan mengenali permasalahan, supaya kita menjadi bagian dari solusi bagi bangsa ini.

Kontes Blogging HUT RI ke 63 by Rystiono.

JELAJAH BALI : Kawasan Desa Adat Ubud, Gianyar / DISCOVERING BALI : Ubud Traditional Village Area, Gianyar

Halo Saudara! Selamat datang di blog Mannusantara!


gambar foto satelit kawasan Puri Desa Adat Ubud dan sekitarnya, Gianyar, Bali
aerial view picture of Ubud Village, Gianyar, Bali, Indonesia
(klik gambar untuk memperbesar / click picture to enlarge)



gambar foto suasana Desa Adat Ubud, Gianyar, Bali
picture of sightseeing in Ubud Village, Gianyar, Bali, Indonesia
(klik gambar untuk memperbesar / click picture to enlarge)

Ubud adalah sebuah desa di Kabupaten Gianyar yang terletak sekitar 25 km dari Kota Denpasar ke arah timur laut. Sebagaimana desa-desa pedalaman lain di Bali, nuansa pedesaan di Ubud masih didominasi sawah dan ladang yang masih relatif terjaga dan dikelola dengan baik, diiringi pemukiman penduduk dengan arsitektur tradisonal Bali yang khas. Ubud saat ini menjadi salah satu tujuan wisata utama di Bali yang menawarkan wisata budaya dan alam.

Yang menjadi daya tarik Ubud adalah jiwa seni yang mengakar kuat dalam masyarakat setempat. Dan berproduksi secara konsisten dan berkualitas, menjadi bagian tak terpisahkan dari nafas kehidupan masyarakat setempat. Darah seni sepertinya menjadi talenta, kemampuan dan etos alami masyarakat di sini. Mulai dari seni lukis, patung sampai musik gamelan dan tari.
Hal ini menarik seniman mancanegara untuk datang mempelajari dan ikut berkarya di sini. Bahkan sampai yang jatuh cinta, dan dengan segenap kecintaan dan kemapuan yang dimiliki trut membantu perkembangan dan mobilitas khasanah seni masyarakat Ubud. Salah satunya adalah seniman Antonio Blanco yang datang, menetap, berkeluarga dengan menikahi wanita Bali, sampai meninggal di Ubud. Sepanjang hayatnya di Bali ia salah satu seniman asing yang turut serta memajukan kesenian Bali sehingga terkenal sampai maca negara.




Harta akan habis digunakan tanpa ilmu tetapi sebaliknya ilmu akan berkembang jika ianya digunakan.

JELAJAH BALI : Kawasan Kuta, Badung, Bali / DISCOVERING BALI : Kuta Beach Area, Bali, Indonesia

Halo Saudara! Selamat datang di blog Mannusantara!



gambar foto Pantai Kuta saat senja / matahari tenggelam
pictures of sunset moments in Kuta Beach, Bali, Indonesia
(klik gambar untuk memperbesar / click picture to enlarge)


gambar foto Monumen Bom Bali I 2002, Jalan Legian, Kuta, Bali
pictures of Bali Bombing 2002 Monument, Legian Street, Kuta, Bali, Indonesia
(klik gambar untuk memperbesar / click picture to enlarge)


gambar foto kondisi lalu lintas kawasan Kuta, Bali
traffic condition pictures of Kuta area, Bali, Indonesia
(klik gambar untuk memperbesar / click picture to enlarge)

Mengapa manusia gemar memakai cara hidup yang penuh pertikaian sedangkan manusia itu sendiri dilahirkan dari sebuah kemesraan.


JELAJAH BALI : Kawasan Danau dan Gunung Batur, Kintamani, Bangli, Bali / DISCOVERING BALI : Batur Lake, Kintamani, Bangli, Bali, Indonesia


gambar foto kawasan Danau Batur, Kintamani, Bangli, Bali
picture of Batur Lake, Kintamani, Bangli, Bali, Indonesia
(klik gambar untuk memperbesar / click picture to enlarge)


gambar foto satelit kawasan Danau Batur, Kintamani, Bangli, Bali
aerial view picture of Batur Lake, Kintamani, Bangli, Bali, Indonesia
(klik gambar untuk memperbesar / click picture to enlarge)

Danau dan Gunung Batur terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Hamparan pemandangan Danau yang dikelilingi pegunungan vulkanik yang masih aktif membuat siapa pun pasti berdecak kagum. Kawasan ini berjarak sekitar 40 kilometer sebelah utara Ubud, Gianyar; sekitar 30 km sebelah utara Bangli, 60 km sebelah timur laut Denpasar, dan sekitar 60 km sebelah timur Singaraja.
Danau Batur dulunya adalah sebuah gunung api yang meletus hebat ribuan tahun lau, sehingga membentuk lembah kaldera luas dan kemudian terisi air. Fenomena alam ini serupa dengan apa yang terjadi di Danau Toba di Sumatra, Gunung Bromo di Jawa dan Gunung Tambora di Sumbawa. Di samping barat danau itu, tumbuhlah gunung baru yaitu Gunung Batur (1717 m dpl) yang bersama Gunung Agung (3142 m dpl) adalah gunung yang masih aktif di Bali sampai sekarang.
Yang perlu menjadi perhatian adalah kurangnya penghijauan dan penghutanan di kawasan ini. Banyak tempat yang diindikasikan beralih fungsi mejadi ladang perkebunan dan dibangun fasilitas akomodasi. Jika dibiarkan berlanjut akan menyebabkan kekeringan akut di masa datang dan merusak nilai keindahan panorama alam setempat.




Setiap jiwa yang dilahirkan telah tertanam dengan benih untuk mencapai keunggulan hidup. Tetapi benih itu tidak akan tumbuh seandainya tidak dibajai dengan keberanian dan dimahkotai dengan kerendahan hati.

Terima kasih sudah mengunjungi halaman ini. Silakan membuka posting artikel lain di blog ini (silakan klik posting lama, halaman muka atau posting baru di bawah tulisan ini) untuk menjelajahi wilayah lain Nusantara, menyelami pemikiran dan mengenali permasalahan, supaya kita menjadi bagian dari solusi bagi bangsa ini.

JELAJAH BALI : Pantai Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali / DISCOVERING BALI : Jimbaran Beach, Badung, Bali, Indonesia

Halo Saudara! Selamat datang di blog Mannusantara!

gambar foto kawasan Pantai Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali
picture of Jimbaran Beach area, Badung, Bali, Indonesia
(klik gambar untuk memperbesar / click picture to enlarge)


gambar foto satelit kawasan Pantai Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali
aerial view picture of Jimbaran Beach area, Badung, Bali, Indonesia
(klik gambar untuk memperbesar / click picture to enlarge)

Pantai Jimbaran terletak di kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Berjarak sekitar 8 kilometer di sebelah selatan pantai Kuta, atau sekitar 15 km di sebelah selatan pusat Kota Denpasar.
Hal yang mengesankan dari pantai ini adalah airnya yang tenang, tidak seperti umumnya pantai-pantai lain di bagian selatan Bali, di pantai Jimbaran ini ombaknya tidak besar. Ombak yang tidak terlalu besar menyebabkan airnya jernih, segar, dan tidak lengket di kulit. Sewaktu penulis mengunjungi pantai ini, ombaknya berkisar 1 sampai satu setengah meter, sehingga bisa direnangi dengan aman, walaupun kemampuan renang yang baik juga harus tetap menjadi perhatian.
Dari Jimbaran kita dapat melihat pesawat tinggal landas dan mendarat dari Bandara Ngurah Rai yang berjarak sekitar lima kilometer di sebalah utara pantai ini.
Kondisi pengunjung pantai yang jauh lebih sepi dari Kuta, membuat pasir di pantai ini pun bersih dan lembut, sehingga pantai benar-benar menunjukkan keindahannya. Pasir pantai yang disirami sinar matahari memancarkan warna kuning gading yang indah. Sebagaimana tempat wisata lainnya, di seputaran pantai Jimbaran juga banyak terdapat fasilitas akomodasi (yang besar antara lain Bali Intercontinental Resort dan Four Seasons Resort), restoran dan fasilitas penunjang lainnya, baik berskala besar yang dikelola secara profesional, maupun berskala menengah dan kecil yang dikelola secara mandiri oleh penduduk setempat.
Jika disuruh memilih antara Kuta dengan Jimbaran, penulis akan memilih pantai Jimbaran untuk dikunjungi.



Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh. (Andrew Jackson)



Terima kasih sudah mengunjungi halaman ini. Silakan membuka posting artikel lain di blog ini (silakan klik posting lama, halaman muka atau posting baru di bawah tulisan ini) untuk menjelajahi wilayah lain Nusantara, menyelami pemikiran dan mengenali permasalahan, supaya kita menjadi bagian dari solusi bagi bangsa ini.

JELAJAH BALI : Monumen Garuda Wisnu Kencana / DISCOVERING BALI : Garuda Wisnu Kencana Monument

Halo Saudara! Selamat datang di blog Mannusantara!


gambar foto satelit Monumen Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali
aerial view picture of Garuda Wisnu Kencana Monument, Southern Kuta, Bali, Indonesia
(klik gambar untuk memperbesar / click picture to enlarge)


gambar foto Monumen Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali
picture of Garuda Wisnu Kencana Monument, Southern Kuta, Bali, Indonesia
(klik gambar untuk memperbesar / click picture to enlarge)


Kompleks Monumen Garuda Wisnu Kencana terletak di perbukitan Ungasan, masih di kawasan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Berjarak sekitar 5 km dari pantai Jimbaran ke arah selatan, atau hanya “selemparan batu” dari kompleks Universitas Udayana.
Monumen ini didirikan di perbukitan karang dan kapur di tengah semenanjung Nusa Dua (bagian “kaki” pulau Bali). Konon, dulu kawasan ini menjadi tambang batu untuk sebagai bahan bangunan dan urugan proyek infrastruktur dan properti di Bali. Kemudian, karena sayang dibiarkan terlantar, seorang seniman Bali yang tinggal di Bandung yaitu I Nyoman Nuarta, menggagas kawasan ini dibuat sebagai tempat untuk membangun sebuah monumen. Dan tokoh Dewa Wisnu yang mengendarai burung Garudalah yang dipilih.
Monumen ini direncanakan dibuat dengan ukuran raksasa dengan skala yang monumental. Karena besarnya dimensi monumen, maka dibuatlah bertahap bagian demi bagian. Saat ini yang sudah selesai adalah patung Dewa Wisnu dari bagian perut ke atas serta lengan sampai telapak dan jari tangan, serta patung Garuda dari bagian leher dan kepala.
Melihat ukuran patung Dewa Wisnu dari bagan perut sampai mahkota kepalanya yang mencapai ukuran sekitar 10 meter, dapat dibayangkan jika nanti sudah selesai. Mungkin bisa mencapai 30 meter dari kaki Garuda sampai mahkota Dewa Wisnu (lihat gambar minimatur). Dengan ukuran sedemikian, diharapkan monumen ini jika sudah jadi dapat terlihat dari pantai Jimbaran, Benoa, Nusa Dua dan Bandara Ngurah Rai. Sungguh suatu ide yang besar memang harus disertai kerja keras yang luar biasa dalam mewujudkannya. Dan seniman-seniman Bali dan Indnesia umumnya sedang melakukan proses yang mengagumkan itu. Kita doakan supaya dapat selesai.
Keagungan monumen ini akan lebih lengkap jika diusahakan penataan lingkungan dan penghijauan di kawasan ini degan tanaman keras yang dapat menyimpan air, karena kawasan ini dapat menjadi daerah tangkapan air yag bisa diandalkan, melihat letaknya yang cukup tinggi dari permukaan laut (sekitar 50 meter di atas permukaan laut).



Kerja termasuk dorongan dan hasrat dari kodrat manusia itu sendiri, ya bahwa justru dengan dan mengalami kerja itu sendiri, manusia semakin menjadi manusia yang utuh, matang dewasa; menjadi manusia berkebudayaan, berkepribadian.
Mangunwijaya


Terima kasih sudah mengunjungi halaman ini. Silakan membuka posting artikel lain di blog ini (silakan klik posting lama, halaman muka atau posting baru di bawah tulisan ini) untuk menjelajahi wilayah lain Nusantara, menyelami pemikiran dan mengenali permasalahan, supaya kita menjadi bagian dari solusi bagi bangsa ini.