Kami Melayani Anda dalam Desain / We Serve You in Building Design

Kami Melayani Anda dalam Desain / We Serve You in Building Design

Formulir Pemesanan Desain (Silakan Diisi) / Order Form (Please Fill It)

Contact Form

Name*
Email*
Subject*
Message*
Image Verification
captcha
Please enter the text from the image:
[Refresh Image][What's This?]

Selasa, 18 Maret 2008

Daur Energi dan Pemanasan Global

Halo Saudara! Selamat datang di blog Mannusantara!


Daur Energi dan Pemanasan Global

Bumi yang kita tinggali ini adalah sebuah tempat di mana berlangsung proses daur energi yang supercanggih untuk mendukung kehidupan di dalamnya, termasuk kehidupan umat manusia. Karena unsur energi itu selain berproses melalui benda atau material mati, juga sangat berpengaruh dalam terbentuk dan terciptanya material hidup. Daur energi selanjutnya berproses dalam rantai biologi, yang lebih dikenal sebagai rantai makanan.

Penggerak kehidupan adalah energi. Dan energi yang mendominasi segala perikehidupan di bumi ini adalah sinar dan panas matahari. Terutama segala perikehidupan di permukaan bumi yang bersentuhan dengan ruang udara (atmosfer). Bumi sendiri sebenarnya mempunyai energi tersendiri, namun masih tersimpan di dalam perutnya berupa magma. Dan dikeluarkan secara sporadis dan tak teratur dalam sebuah pelepasan proses energi geologis, baik berupa letusan gunung yang disertai muntahan lahar, juga dalam wujud gempa bumi. Pelepasan energi bumi inilah yang oleh manusia dianggap sebagai bencana alam. Namun di beberapa tempat di mana aktivitas vulkanisnya sangat tinggi, namun tidak besar, dapat dimanfaatkan sebagai energi panas bumi menjadi listrik, dengan cara mengendalikan dan mengarahkannya.

Penopang kehidupan utama di bumi adalah matahari, yang mana ada jenis makhluk hidup yang susunan organiknya mampu memanfaatkan energi matahari untuk ”memasak” bahan makanan dari bumi yang notabene adalah benda mati, berupa zat-zat mineral yang terkandung dalam tanah, dan zat-zat yang terkandung di dalam udara dan air. Makhluk hidup itu adalah tumbuh-tumbuhan, dari yang bersel tunggal sampai yang berupa pohon-pohon lebat yang bisa mencapai tinggi lebih dari 40 meter di hutan tropis. Sang Pencipta telah merancang sedemikian rupa, sehingga dengan proses memasak yang menakjubkan dalam sel-sel hijau (klorofil), yang memasak zat karbondioksida dari udara, serta mineral dan air dari tanah dengan bantuan energi panas dan cahaya matahari, maka dihasilkanlah makanan berupa karbohidrat, protein, lemak dan zat organik sejenisnya dalam berbagai variasinya. Dengan adanya pangan organik hasil olahan tanaman, maka terbentuklah rantai makanan biologis yang kemudian menghasilkan dan memungkinkan terbentuknya organisme hidup yang lebih kompleks dan semakin kompleks susunannya serta bermacam-macam jenisnya, sehingga menjadi seperti kita alami hari ini berupa hewan dan manusia.

Kemudian sisa-sisa organisme hidup, akhirnya terurai dalam suatu proses biologis, kimia, fisika serta geologis dalam kurun waktu sangat lama sampai jutaan tahun, akhirnya terbentuk materi baru berupa sumber energi fosil berupa minyak, batu bara dan gas. Jadi sebetulnya, minyak, batu bara dan gas adalah hasil turunan energi anas dan energi cahaya matahari yang berubah wujud. Ini sesuai dengan salah satu hukum Fisika tentang kekekalan energi yang menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, namun dapat berubah wujud.

Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk (manusia) dan meningkatnya keragaman aktivitas manusia, maka dibutuhkan sumber energi yang semakin besar untuk mendukung kehidupan manusia. Sumber energi bukan hanya bahan pangan untuk mendukung kehidupan biologis manusia, namun juga sumber energi untuk menjalankan segala macam peralatan yang telah diciptakan manusia. Pilihan untuk memenuhi kebutuhan energi manusia dijatuhkan pada sumber energi minyak, batu bara dan gas untuk menggerakkan mesin dan membangkitkan energi listrik. Karena jumlah cadangannya cukup besar, paling tidak efektif untuk menopang aktivitas manusia selama seabad terakhir ini. Maka ekspansi usaha untuk menambang sumber energi minyak, batu bara dan gas digalakkan di mana-mana, terutama di wilayah-wilayah yang diketahui mempunyai cadangan yang besar dan efektif secara ekonomis, termasuk di Indonesia.

Namun dengan penambangan yang terus menerus, maka cadangan sumber energi berbasis fosil semakin menipis. Selain itu hasil pembakaran energi fosil yang telah dilakukan selama ini, yang notabene adalah proses perubahan wujud energi yang belum bisa dikendalikan dengan kepandaian manusia, telah mengakibatkan pemanasan menyeluruh di lapisan atmosfer bumi yang seketika berpengaruh buruk pada bentuk-bentuk kehidupan dan media-media tempat bentuk kehidupan itu berlangsung.

Sumber daya baru (tapi lama) diambil dari efek aktivitas manusia, baik sisa-sisa sampah, perubahan wujud energi, sisa metabolisme tubuh, dll. ITU DIDAUR ULANG DENGAN KONSEP UNTUK MENGUSAHAKAN KELAHIRAN KEDUA BAGI BENDA HASIL USAHA MANUSIA DAN PROSES ALAMI, SEHINGGA MENIMBULKAN MANFAAT YANG BARU. Bumi terancam karena manusia dididik menjadi profesional dalam lembaga pendidikan secara tersistem dengan tujuan bagaimana caranya menghabiskan isi kekayaan dunia ini bagi diri sendiri segolongan kecil, tanpa peduli pada orang-orang yang berkekurangan dan tidak peduli pada ketersediaannya bagi generasi mendatang. Tidak dididik untuk membaharui, memaksimalkan daya guna, penghematan, penciptaan sumber-sumber kesejahteraan baru, pemerataan bagi semua, dan menjamin ketersediaan dan kelangsungannya bagi generasi mendatang.
Manusia yang katanya modern, namun pola pikirnya masih kuno. Kasus pembalakan liar, penambangan pasir liar, penambangan minyak dan mineral lainnya secara manipulatif dan tertutup, dan kasus Lapindo di Sidoarjo mencerminkan kebuasan nafsu manusia Indonesia untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya tanpa mempedulikan sesamanya. Hal ini selain melanggar hukum sosial, juga memubazirkan potensi energi yang terbuang percuma, malah menjadi energi yang tak terkendali dan membahayakan kehidupan.



Berpikir secara rasional tanpa dipengaruhi oleh naluri atau emosi merupakan satu cara menyelesaikan masalah yg paling berdampak.

Terima kasih sudah mengunjungi halaman ini. Silakan membuka posting artikel lain di blog ini (silakan klik posting lama, halaman muka atau posting baru di bawah tulisan ini) untuk menjelajahi wilayah lain Nusantara, menyelami pemikiran dan mengenali permasalahan, supaya kita menjadi bagian dari solusi bagi bangsa ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar