Kami Melayani Anda dalam Desain / We Serve You in Building Design

Kami Melayani Anda dalam Desain / We Serve You in Building Design

Formulir Pemesanan Desain (Silakan Diisi) / Order Form (Please Fill It)

Contact Form

Name*
Email*
Subject*
Message*
Image Verification
captcha
Please enter the text from the image:
[Refresh Image][What's This?]

Jumat, 04 April 2008

MAKASSAR RAWAN BANJIR

Halo Saudara! Selamat datang di blog Mannusantara!

gambar foto udara Makassar, Sulawesi Selatan dan sekitarnya
(klik gambar untuk memperbesar / click picture to enlarge)

Makassar adalah kota terbesar di Sulawesi, dan juga terbesar di wilayah Indonesia timur. Dengan jumlah penduduk lebih dari 1,2 juta jiwa, Makassar pun ikut berderap menuju kota modern, seolah tak mau kalah seperti kota-kota lainnya di Jawa.

Sebagaimana kota-kota besar lainnya, Makassar juga tak lepas dari berbagai permasalahan. Selain permasalahan tentang jumlah penduduk, lalu lintas kota, tata ruang, juga dilingkupi permasalahan lingkungan hidup.

Makassar pada Februari dan Maret 2008 tergenang banjir di beberapa ruas jalan dan pemukiman penduduk.

Banjir yang melanda Makassar disebabkan oleh rusaknya lingkungan hidup di hulu sungai-sungai yang mengalir menuju wilayah Makassar dan sekitarnya. Sungai-sungai itu antara lain Sungai Jeneberang yang merupakan sungai terbesar yang mengalir melalui kota Makassar. Jeneberang berhulu di Pegunungan Bawakaraeng yang berada di sebelah timur Makassar. Pegunungan Bawakaraeng sendiri berada di wilayah beberapa kabupaten, seperti Gowa, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba dan Sinjai, dengan puncak tertinggi di Gunung Lompobatang (2871 m dpl).

Aliran sungai Jeneberang juga juga dibendung menjadi Waduk Bili-bili. Kondisi waduk Bili-bili sekarang juga semakin mengkhawatirkan, karena pendangkalan dasar waduk yang diakibatkan oleh erosi yang semakin parah di wilayah tangkapan air DAS (daera aliran sungai) Jeneberang. Pendangkalan ini juga menyebabkan pendeknya umur efektif guna waduk, yang dapat mengancam produksi pertanian, dan keselamatan penduduk di wilayah hilir Jeneberang, termasuk di Kota Makassar.

Untuk mencegah bencana yang lebih besar di masa depan, perlu segera dilakukan beberapa langkah, antara lain segera dilakukan penanaman kembali lahan yang gundul dan kritis di kawasan hulu Jeneberang di Pegunungan Bawakaraeng. Kemudian menerapkan pengelolaan pertanian yang bertumpu pada alam. Serta sistem penanaman tumpang sari dengan tanaman menahun, terutama pada komoditas palawija. Serta penegakan hukum bagi penebang liar, pembatasan penebangan resmi, dan penerapan rencana tata ruang secara tegas dan konsisten.

Dengan tata lingkungan yang lestari, dan tata ruang yang terencana dan terpadu, diharapkan Makassar dan wilayah di sekitarnya dapat berkembang dan layak untuk kehidupan sampai generasi anak cucu di masa mendatang.




Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu bangsa, sebelum bangsa itu berusaha mengubah nasibnya sendiri terlebih dulu. Tuhan tidak akan pernah mengubah nasib seorang manusia, sebelum manusia itu berusaha mengubah nasibnya sendiri terlebih dulu. (disarikan dari Al Quran)


silakan memberi komentar atas tulisan ini / please give a comment about the topic above

Terima kasih sudah mengunjungi halaman ini. Silakan membuka posting artikel lain di blog ini (silakan klik posting lama, halaman muka atau posting baru di bawah tulisan ini) untuk menjelajahi wilayah lain Nusantara, menyelami pemikiran dan mengenali permasalahan, supaya kita menjadi bagian dari solusi bagi bangsa ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar