Kami Melayani Anda dalam Desain / We Serve You in Building Design

Kami Melayani Anda dalam Desain / We Serve You in Building Design

Formulir Pemesanan Desain (Silakan Diisi) / Order Form (Please Fill It)

Contact Form

Name*
Email*
Subject*
Message*
Image Verification
captcha
Please enter the text from the image:
[Refresh Image][What's This?]

Minggu, 11 Mei 2008

Bangunan Tahan Gempa

Halo Saudara! Selamat datang di blog Mannusantara!


Gempa bumi adalah gejala alam akibat dari aktivitas bumi, baik aktivitas vulkanik maupun tektonik. Bisa juga akibat longsoran lapisan batuan atau tanah, dan akibat tumbukan benda ruang angkasa dengan bumi. Aktivitas tektonik dan vulkanik bumi itu akibat dari gerakan bumi yang berputar pada sumbunya (rotasi bumi). Rotasi bumi ini terjadi bersamaan dengan gerakan bumi mengelilingi matahari (revolusi bumi). Rotasi dan revolusi bumi sebagai akibat dari reaksi bumi terhadap gaya tarik matahari, supaya tidak tertarik mendekat menuju matahari.

Akibat dari revolusi bumi yang terlihat dan terasa nyata adalah perubahan musim sepanjang tahunyang relatiftetap sepanjang tahunnya. Sedangkan rotasi bumi berakibat pada terjadinya siang dan malam di bumi. Tetapi, akibat lain dari rotasi bumi yang tidak terlihat dan terasa nyata dan langsung oleh manusia adalah proses kegiatan magma di perut bumi. Perut bumi yang berisi adonan magma berbentuk cairan panas seperti terkocok-kocok akibat aktivitas rotasi dan revolusi bumi. Guncangan-guncangan inilah yang menyebabkan kerak bumi berupa batuan pada lapisan yang berada di atas magma menjadi bergerak dan membentuk lempengan-lempengan kerak bumi yag terbentuk terpisah satu sama lain. Di dekat batas lempengan inilah, biasanya magma keluar dari bumi yang kemudian membentuk gunung berapi, baik yang berada di daratan maupun di laut, akibat tumbukan dan tekanan antarlempengan bumi.

Jika masing-masing lempengan bumi sudah tidak dapat menahan tekanan dari lempengan yang lain, maka energi pun dilepaskan untuek mencapai keseimbangan posisi susunan lempengan yang baru. Pelepasan energi inilah yang menimbulkan getaran di lapisan kerak bumi. Jika pelepasan energinya sangat besar, getarannya akan sampai ke permukaan bumi yang ditinggali manusia dan makhluk hidup lainnya yang akan menimbulkan kerusakan tergantung seberapa besar energi yang dilepaskan. Getaran inilah yang disebut dengan gempa bumi. Bahkan jika perbenturan atau pergeseran posisi lempengan bumi melepaskan energi yang sangat besar dan terjadi di bawah dasar laut, maka bukan hanya gempa bumi yang terjadi, namun segera disusul dengan gelombang pasang yang disebut tsunami, dengan skala bervariasi. Pada skala besar akan menimbulkan kerusakan di wilayah pantai.

Negeri kita dianugerahi Tuhan sebagai negeri kepulauan yang sebagian besar wilayahnya berada pada jalur aktivitas vulkanik dan tektonik yang sangat tinggi. Dengan demikian sebagian besar wialyah Indonesia berada di wilayah yang rawan gempa bumi. Maka bagi penduduk Indonesia, mempunyai bangunan tahan gempa adalah suatu hak yang sekaligus kewajiban. Hak untuk mengetahui cara-cara membangun rumah atau bangunan tahan gempa, sekaligus kewajiban untuk mewujudkannya, demi kepentingan dan keselamatan bersama. Hal itu sangat penting untuk mengurangi kerusakan yang bisa terjadi sehingga akan mengurangi korban jiwa dan luka-luka yang bisa timbul.

Gempa bumi di negeri kita adalah suatu keniscayaan yang bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, terutama di daerah yang terletak di jalur aktivitas tektonik dan vulkanik yang tinggi tadi. Samapi hari ini belum ditemukan alat untuk meramalkan terjadinya gempa bumi, sebagaimanameramalkan keadaan cuaca. Maka tugas umat manusia di bumi adalah mensyukuri apapun keadaan yang telah dikaruniakan Tuhan dengan cara bersiap-siap mengantisipasi keadaan alam yang bisa menimbulkan dampak buruk, jatuhnya korban jiwa dan kerusakan material.

Pada dasarnya, masyarakat Indonesia sudah mempunyai kearifan setempat dalam cara membangun bangunan yang tahan terhadap gempa bumi, dan sekaligus membuat bangunan yang sangat bisa menyesuaikan dengan iklim setempat, seiring dengan pandangan hidup dan adat budaya setempat. Namun, umumnya kearifan ini maish sebatas pada pengolahan bahan alami seperti batu, kayu, bambu dan batu bata, yang memang dulu masih sangat berlimpah. Bahan kayu, terutama kayu yang bermutu baik seperti jati, rasamala, sonokeling, meranti, trembesi, dan ulin, telah mempunyai sifat yang sangat tahan terhadap gempa jika diolah dan dipasang dengan benar pada bangunan.

Namun, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk yang cepat, maka semakin berkurang pula lahan hutan sebagai sumber bahan bangunan tersebut, berubah menjadi lahan pemikiman, pertanian dan peruntukan yang lain.semakin meningkatkan pula kebutuhan akan bahan bangunan kayu, yang membuat alam tidak bisa mampu mengejar lagi target permintaan kayu oleh manusia. Maka manusia mulai menggunakan bahan bangunan yang berbasis bumi yaitu pasir, batu, kapur, logam dan tanah liat. Produk turunan dari bahan berbasis bumi tadi sudah diusahakan, dikembangkan, dan diproduksi besar-besaran untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pun dengan teknik pengolahan dan produksi yang semakin rumit,dan dicampurkan dengan bahan-bahan lain yang berbasis bio-kimia tertentu,sehingga menghasilkan berbagai macam produk seperti semen, keramik, cat, besi, baja, seng, serat sintetis dan sebagainya.

Maka, masyarakat pun harus memahami cara membangun rumah atau bangunan dengan bahan terpabrikasi, untuk kemudian dapat merencanakan dan menerapkannya dalam mewujudkan bangunan yang dikehendaki.

Bagaimana membuat bangunan tahan gempa

Bangunan tahan gempa pada pokoknya adalah bangunan yang dibuat untuk meminimalkan kerugian baik korban jiwa maupun harta benda. Jadi bukan membuat bangunan yang sama sekali tidak rusak jika terkena gempa bumi, yang mana untuk membuatnya membutuhkan biaya snagat besar. Namun, memnag ada bangunan yang dibuat demikian, yang digunakan untuk rumah sakit, kantor pemerintahan, bangunan ibadah yang besar, museum, instalasi kelistrikan maupun nuklir.

Membangun bangunan tahan gempa terutama bagi bangunan tempat tinggal juga memerlukan perhitungan tertentu. Perhitungan itu antara lain untuk memperlambat tingkat percepatan kerusakan dan keruntuhan bangunan pada jangka waktu tertentu, sehingga memungkinkan penghuninya mempunyai cukup waktu utnuk keluar dari rumah dan menyelamatkan diri. Perhitungan itu juga harus diselaraskan dengan pengoptimalan anggaran biaya pembangunannya.

Optimalisasi itu terutama ditujukan bagi kerangka bangunan dan atap bangunan. Membuat kerangka bangunan (tiang/ kolom, balok lantai dan dinding) yang terbuat dari beton bertulang. Serta membuat kerangka penyangga atap, baik yang terbuat dari beton bertulang mapun kayu yang bermutu baik. Kemudian jika anggaran sangat terbatas, maka anggaran biaya dapat ditekan dengan membuat dinding tanpa plesteran dan atau dicat, atau biasa disebut dnegan dinding bata terekspos. Hal ini akan sangat mengurangi biaya bahan dan tenaga kerja serta mempercepat waktu pembuatan. Namun teruatama harus tetap memperhatikan sambungan, pertemuan dinding dengan tiang, dan sudut-sudut ruangan yang harus diberi penguat,supaya dinding tetap stabil jika terjadi gempa.

Prinsip-prinsip membuat bangunan tahan gempa (menurut Heinz Frick, Kanisius Yogyakarta, 2006)

1. perencanaan bangunan tahan gempa haruslah terencana dan teratur secara geometri. Bagian yang menahan beban dengan yang tidak harus dianggap sebagai satu kesatuan yang saling mempengaruhi.

2. bangunan harus dibuat seringan mungkin, maka harus diperhitungkan bahan bangunan yang dipakai. Semakin berat bangunan,semakin besar beban yang ditanggung oleh bagian bangunan yang menerima beban (tiang/kolom) dan potensi kerusakan jika terjadi gempa bumi. Jika bangunan semakin tinggi haruslah lebih ringan lagi. Bagian atap bangunan yang berat akan membahayakan struktur dan penghuni di bawahnya.

3. struktur yang direncanakan haruslah sesederhana mungkin sehingga jalur beban gaya yang meninggi (vertikal) maupun mendatar (horisontal) dapat dimengerti dengan mudah, semakin sederhana struktur bangunannya, maka akan semakin tahan terhadap guncangan gempa yang keras.

4. denah sebaiknya dirancang dengan sesimetris mungkin,seimbang ukurannya antara bagian kiri dan kanan, depan dengan belakang bangunan. Dapat pula berbentuk bujur sangkar maupun lingkaran penuh.

5. struktur yang meninggi (vertikal), seperti tiang/ kolom, dan kuda-kuda, ditempatkan sedemikian rupa,sehingga dapat menerima beban terbesar.semakin besar gaya vertikal, semakin besar pula ketahanan terhadap gaya gempa yang berguncang dan memuntir ke segala arah.

6. jika ada tangga, lift, eskalator, haruslah diletakkan sedekat mungkin dengan pusat bangunan.

7. potongan vertikal bangunan sebaiknya berbentuk segi empat.

8. tinggi bangunan sebaiknya tidak melebihi empat kali lebar gedung.

9. struktur bangunan sebaiknya dipilih yang monolit, berarti seluruh konstruksi bangunan dikonstruksikan dengan bahan bangunan yang sama karena pada saatterjadi gempa, bahan bangunan yang berbeda akan memeberikan reaksi yang berbeda pula.

10. ketebalan pelat lantai pada bangunan bertingkat dengan ketebalan balok sebaiknya lebih besardaripada biasanya utuk menghindari getaran vertikal sejauh mungkin. Balok tidak boleh dibuatlebih besar daripada tiang tumpuannya agar tidak terjadi ketegangan tambahan.

11. ringbalok horosontal pada setiap tingkat dengan batang tarik diagonal dapat meningkatkan kestabilan bangunan.

12. fondasi harus dibuat sesederhana dan sekuat mungkin agar tidak patah pada saat gempa bumi. Sebaiknya membuat pelat lantai betonbertulang dan pondasi lajur dengan balok lantai beton bertulang. Pondasi setempat sebaiknya dihindari.

13. reaksi suatu bangunan pada saat terjadi gempa bumi tergantung pada carapembangunannya, bukan pada cara perencanaannya. Maka sangat pentinglah manajemen atau pengaturan pembuatan serta pengawasan pada saat pelaksanaan pembangunan yang menjamin kualitas bangunan. Juga diperlukan pemeliharaan dan perawatan bangunan ketika bangunan selesai dan nantinya digunakan.

14. perubahan suatu gedung dan melakukan pembangunan tambahan harus dilakukan dengan cermat karena dapat mengubah kestabilan gedung terhadap gempa bumi.




Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah. (Thomas Alva Edison)

silakan memberi komentar atas tulisan ini / please give a comment about the topic above

Terima kasih sudah mengunjungi halaman ini. Silakan membuka posting artikel lain di blog ini (silakan klik posting lama, halaman muka atau posting baru di bawah tulisan ini) untuk menjelajahi wilayah lain Nusantara, menyelami pemikiran dan mengenali permasalahan, supaya kita menjadi bagian dari solusi bagi bangsa ini.

1 komentar:

  1. artikel anda bagus dan menarik, artikel anda:
    http://rumah-taman.infogue.com/
    http://rumah-taman.infogue.com/bangunan_tahan_gempa

    anda bisa promosikan artikel anda di www.infogue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!

    BalasHapus