Kami Melayani Anda dalam Desain / We Serve You in Building Design

Kami Melayani Anda dalam Desain / We Serve You in Building Design

Formulir Pemesanan Desain (Silakan Diisi) / Order Form (Please Fill It)

Contact Form

Name*
Email*
Subject*
Message*
Image Verification
captcha
Please enter the text from the image:
[Refresh Image][What's This?]

Sabtu, 16 Februari 2008

Sentra Keramik Rawasari dalam Kenangan


Gambar foto satelit kawasan Rawasari, Jakarta Pusat.

(klik gambar untuk memperbesar / click picture to enlarge)


Rawasari digusur pada 9 februari lalu dengan diiringi tangis histeris para penghuninya yang sudah mendiami daerah itu selama 30 tahun. Rawasari digusur dengan alasan itu adalah tanah negara yang peruntukannya sebagai jalur hijau. Maka Rawasari akan dikembalikan ke fungsi semula.

Menjadi berat bagi warga khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya, karena para penghuni Rawasari membayar pajak pada pemerintah ¡! Padahal dengan diberlakukannya pajak, berarti pemukiman di daerah itu sah, apalagi telah berlangsung selama puluhan tahun. Kemudian Rawasari telah menjadi sentra keramik yang menyediakan kebutuhan masyarakat, baik untuk perlengkapan bangunan, juga kerajinannya. Bahkan kawasan ini menjadi daerah tujuan dan rujukan bagi masyarakat luar Jakarta dan luar Jawa.

Jika pemerintah konsisten ingin menegakkan peraturan yang dibuatnya sendiri, maka bagaimana dengan jalur hijau dan daerah resapan lain yang sekarang telah banyak beralih fungsi? Lihatlah Senayan, Kemayoran, Pluit, Kapuk, dlsb, yang menjadi kawasan pemukiman dan komersial kelas atas. Pemerintah sendirilah yang mengijinkan proyek-proyek itu terlaksana, dengan terlebih dulu melindas peraturan yang dibuatnya sendiri. Dengan diloloskannya proyek-proyek besar itu, berarti dengan sengaja melegalkan sebuah pelanggaran fatal, yang dampak negatifnya meluas, cepat atau lambat, langsung ataupun tak langsung. Terutama dampak terhadap daya dukung lingkungan Jakarta yang semakin rapuh. Prosedur macam apa, sehingga proyek itu bisa terlaksana? Hanya Tuhan dan aparat terkaitlah yang tahu. Yang pasti rakyat kecil menunggu apa yang akan dilakukannya terhadap kawasan-kawasan itu, sekali lagi jika pemerintah benar-benar konsisten.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar